dari dulu sejak saya mampu berfikir sebagai seorang dewasa, saya sudah mendeklarasikan untuk tidak cock denganpara perfeksionis, sekelompok manusia yang menganggap segala sesuatunya sangat sempurna.
Para kaum perfeksionis!!! dengarkanlah,
tidak kah kalian tahu kalau dunia ini sangat berwarna??
no body peerfect
dunia selalu berubah
selalu siapkan plan B
tidak semua manusia sama seperti yang kalian fikirkan
tidak semua rencana kalian akan berhasil
perfeksionis, kalian adalah sekelompok manusia yang...huh menyebalkan
06 Januari 2009
25 Desember 2008
ahhhhhh :(
Rabu lalu teman sejawat saya, seorang guru bahasa Indonesia (yang jurusan kuliahnya gak nyambung banget, Psikologi !!!)meminta kesediaan saya untuk menjadi juri lomba drama SMP. aih.... gak banget
saya memang penikmat teater, tapi saya bukan penilai yang baik. tapi beliau membujuk dan saya terbujuk (ahhhhhhh). ada dua orang juri, saya yang ogah2an san seorang lagi teman sejawat yang sangat semangat. Pak Febriana namanya. Begitu acara dimulai beliau duduk di meja juri yang sudah disediakan sedang saya memilih duduk di kursi yang tidak disediakan, tak lama Bapak Febriana ini berpindah ke samping saya (dia kesepian kali???}
masih dengan males-malesan, saya lihat Bapak Febriana ini sangat serius menilai, dengan mimik konsentrasi, ia perhatikan setiap poin penilaian.
saya???? sampai drama ketiga, form penilaian yang saya remas masih kosong, dan... ada 7 peserta, saya menyelesaikan seluruh penilaian di perserta ketiga, dengan standar penilaian yang saya sendiri gak ngerti dan sangat gak sesuai dengan poin.
dengan berlagak mau ke toilet,
saya permisi. sekitar 15 menit saya pergi ke ruang guru SD. ketika saya kembali, drama hampir selesai. di akhir drama, bapak guru bahasa Indonesia bertanya," siapa yang menurut kalian pantas jadi juara??"
"buaya darat, kepiting rebus!!!!, untuk apa form penilaian ini??" maki saya dalam hati, tapi sudahlah. saya dan Pak Febriana memutuskan 3 kelompok sebagai juara, berdasarkan.....ah.... saya gak peduli. yang penting cepat selesai.
he-he-he untung para siswa gak tau kalau hanya 1 juri yang benar-benar juri
masih dengan males-malesan, saya lihat Bapak Febriana ini sangat serius menilai, dengan mimik konsentrasi, ia perhatikan setiap poin penilaian.
saya???? sampai drama ketiga, form penilaian yang saya remas masih kosong, dan... ada 7 peserta, saya menyelesaikan seluruh penilaian di perserta ketiga, dengan standar penilaian yang saya sendiri gak ngerti dan sangat gak sesuai dengan poin.
dengan berlagak mau ke toilet,
"buaya darat, kepiting rebus!!!!, untuk apa form penilaian ini??" maki saya dalam hati, tapi sudahlah. saya dan Pak Febriana memutuskan 3 kelompok sebagai juara, berdasarkan.....ah.... saya gak peduli. yang penting cepat selesai.
he-he-he untung para siswa gak tau kalau hanya 1 juri yang benar-benar juri
23 Desember 2008
cermin
sedikit lagi akhir tahun 2008
setan alas terkutuk!!!! apa saja yang telah saya perbuat??
tahun ini saya rencana mau nikah, tapi belum jadi
semoga pacar tercinta enggak ngambek
tahun ini rencana mau beli kamera digital yang lebih canggih, juga batal
terpaksa di tunda lagi...
my luvly students...apa aku sudah maksimal berbagi ilmu dengan mereka??
adakah yang masih aku sembunyikan dari mereka??
orang tuaku tercinta...apakah aku telah membahagiakan mereka???
tidak...aku kerap membuat mereka kesal dengan polahku
yang menurut mereka masih childish
target dapetin side job juga belum terlaksana. kapan bisa cepat kaya
kalau seperti ini??? mau korupsi, gak ada yang bisa dikorup.
kemampuan komputer masih gitu-gitu aja..
masih seputar cracking software, troubleshooting kompie
ahhhhh membosankan,setiap tahun hidupku benar-benar membosankan
aku sekarang bosan
setan alas terkutuk!!!! apa saja yang telah saya perbuat??
tahun ini saya rencana mau nikah, tapi belum jadi
semoga pacar tercinta enggak ngambek
tahun ini rencana mau beli kamera digital yang lebih canggih, juga batal
terpaksa di tunda lagi...
my luvly students...apa aku sudah maksimal berbagi ilmu dengan mereka??
adakah yang masih aku sembunyikan dari mereka??
orang tuaku tercinta...apakah aku telah membahagiakan mereka???
tidak...aku kerap membuat mereka kesal dengan polahku
yang menurut mereka masih childish
target dapetin side job juga belum terlaksana. kapan bisa cepat kaya
kalau seperti ini??? mau korupsi, gak ada yang bisa dikorup.
kemampuan komputer masih gitu-gitu aja..
masih seputar cracking software, troubleshooting kompie
ahhhhh membosankan,setiap tahun hidupku benar-benar membosankan
aku sekarang bosan
22 Desember 2008
EIGHT LIES OF A MOTHER
Life's not what it seems.
~EIGHT LIES OF A MOTHER~
1.The story began when I was a child;
I was born as a son of a poor family.
Even for eating, we often got lack of food.
Whenever the time for eating, mother often gave me her portion of rice.
While she was removing her rice into my bowl,
she would say "Eat this rice, son. I'm not hungry".
That was
Mother's First Lie
2.When I was getting to grow up,
the persevering mother gave her spare time for fishing in a river near our house,
she hoped that
from the fishes she got,
she could gave me a little bit nutritious food for my growth.
After fishing, she would cook the fishes to be a fresh fish soup,
which raised my appetite. While I was eating the soup,
mother would sit beside me and eat the rest meat of fish,
which was still on the bone of the fish I ate.
My heart was touched when I saw it.
I then used my chopstick and gave the other fish to her.
But she immediately refused it and said "Eat this fish, son.
I don't really like fish."
That was Mother's Second Lie.
3.Then, when I was in Junior High School,
to fund my study,
mother went to an economic enterprise to bring some used-matches boxes that would be stuck in.
It gave her some money for covering our needs.
As the winter came,
I woke up from my sleep and looked at my mother who was
still
awoke,
supported by a little candlelight and within her perseverance she continued
the work of sticking some used-matches box.
I said, "Mother, go to sleep, it's late,
tomorrow morning you still have to go for work.
" Mother smiled and said "Go to sleep,
dear. I'm not tired."
That was Mother's Third Lie.
4.At the time of final term,
mother asked for a leave from her work in order to accompany me.
While the daytime was coming and the heat of the sun was starting to shine,
the strong and persevering mother
waited for me under the heat of the sun's shine for several hours.
As the bell rang, which indicated that the final exam had finished,
mother immediately welcomed me and poured me a glass of tea
that she had prepared before in a cold bottle.
The very thick tea was not as thick as my mother's love,
which was much thicker. Seeing my
mother
covering with perspiration,
I at once gave her my glass and asked her to drink too.
Mother said "Drink, son. I'm not thirsty!".
That was Mother's Fourth Lie.
5.After the death of my father because of illness,
my poor mother had to play her role as a single parent.
By held on her former job, she had to fund our needs alone.
Our family's life was more complicated. No days without sufferance.
Seeing our family's condition that was getting worse,
there was a nice uncle who lived near my house came to help us,
either in a big problem and a small problem.
Our other neighbors who lived next to us saw that our family's life was so unfortunate,
they often advised my mother to marry again. But mother,
who was stubborn, didn't care to their advice,
she said "I don't need love."
That was Mother's Fifth Lie.
6.After I had finished my study and then got a job,
it was the time for my old mother to retire.
But she didn't want to; she was sincere to go to the marketplace every morning,
just to sell some vegetable for fulfilling her needs.
I, who worked in the other city, often sent her some money to help her in fulfilling her needs,
but she was stubborn for not accepting the money.
She even sent the money back to me.
She said "I have enough money."
That was Mother's Sixth Lie.
7.After graduated from Bachelor Degree,
I then continued my study to Master Degree.
I took the degree, which was funded by a company through a scholarship program,
from a famous University in America .
I finally worked in the company. Within a quite high salary,
I intended to take my mother to enjoy her life in America .
But
my
lovely mother didn't want to bother her son,
she said to me "I'm not used to."
That was Mother's Seventh Lie.
8.After entering her old age,
mother got a flank cancer and had to be hospitalized.
I, who lived in miles away and across the ocean,
directly went home to visit my dearest mother.
She lied down in weakness on her bed after having an operation.
Mother, who looked so old, was staring at me in deep yearn.
She tried to spread her smile on her face;
even it looked so stiff because of the disease she held out.
It was clear enough to see how the disease broke my mother's body,
thus she looked so weak and thin.
I stared at my mother within tears flowing on my face.
My heart was hurt, so hurt, seeing my mother on that condition.
But mother, with her strength, said "Don't cry, my dear.
I'm not in
pain."
That was Mother's Eight Lie.
After saying her eighth lie, She closed her eyes forever!
~EIGHT LIES OF A MOTHER~
1.The story began when I was a child;
I was born as a son of a poor family.
Even for eating, we often got lack of food.
Whenever the time for eating, mother often gave me her portion of rice.
While she was removing her rice into my bowl,
she would say "Eat this rice, son. I'm not hungry".
That was
Mother's First Lie
2.When I was getting to grow up,
the persevering mother gave her spare time for fishing in a river near our house,
she hoped that
from the fishes she got,
she could gave me a little bit nutritious food for my growth.
After fishing, she would cook the fishes to be a fresh fish soup,
which raised my appetite. While I was eating the soup,
mother would sit beside me and eat the rest meat of fish,
which was still on the bone of the fish I ate.
My heart was touched when I saw it.
I then used my chopstick and gave the other fish to her.
But she immediately refused it and said "Eat this fish, son.
I don't really like fish."
That was Mother's Second Lie.
3.Then, when I was in Junior High School,
to fund my study,
mother went to an economic enterprise to bring some used-matches boxes that would be stuck in.
It gave her some money for covering our needs.
As the winter came,
I woke up from my sleep and looked at my mother who was
still
awoke,
supported by a little candlelight and within her perseverance she continued
the work of sticking some used-matches box.
I said, "Mother, go to sleep, it's late,
tomorrow morning you still have to go for work.
" Mother smiled and said "Go to sleep,
dear. I'm not tired."
That was Mother's Third Lie.
4.At the time of final term,
mother asked for a leave from her work in order to accompany me.
While the daytime was coming and the heat of the sun was starting to shine,
the strong and persevering mother
waited for me under the heat of the sun's shine for several hours.
As the bell rang, which indicated that the final exam had finished,
mother immediately welcomed me and poured me a glass of tea
that she had prepared before in a cold bottle.
The very thick tea was not as thick as my mother's love,
which was much thicker. Seeing my
mother
covering with perspiration,
I at once gave her my glass and asked her to drink too.
Mother said "Drink, son. I'm not thirsty!".
That was Mother's Fourth Lie.
5.After the death of my father because of illness,
my poor mother had to play her role as a single parent.
By held on her former job, she had to fund our needs alone.
Our family's life was more complicated. No days without sufferance.
Seeing our family's condition that was getting worse,
there was a nice uncle who lived near my house came to help us,
either in a big problem and a small problem.
Our other neighbors who lived next to us saw that our family's life was so unfortunate,
they often advised my mother to marry again. But mother,
who was stubborn, didn't care to their advice,
she said "I don't need love."
That was Mother's Fifth Lie.
6.After I had finished my study and then got a job,
it was the time for my old mother to retire.
But she didn't want to; she was sincere to go to the marketplace every morning,
just to sell some vegetable for fulfilling her needs.
I, who worked in the other city, often sent her some money to help her in fulfilling her needs,
but she was stubborn for not accepting the money.
She even sent the money back to me.
She said "I have enough money."
That was Mother's Sixth Lie.
7.After graduated from Bachelor Degree,
I then continued my study to Master Degree.
I took the degree, which was funded by a company through a scholarship program,
from a famous University in America .
I finally worked in the company. Within a quite high salary,
I intended to take my mother to enjoy her life in America .
But
my
lovely mother didn't want to bother her son,
she said to me "I'm not used to."
That was Mother's Seventh Lie.
8.After entering her old age,
mother got a flank cancer and had to be hospitalized.
I, who lived in miles away and across the ocean,
directly went home to visit my dearest mother.
She lied down in weakness on her bed after having an operation.
Mother, who looked so old, was staring at me in deep yearn.
She tried to spread her smile on her face;
even it looked so stiff because of the disease she held out.
It was clear enough to see how the disease broke my mother's body,
thus she looked so weak and thin.
I stared at my mother within tears flowing on my face.
My heart was hurt, so hurt, seeing my mother on that condition.
But mother, with her strength, said "Don't cry, my dear.
I'm not in
pain."
That was Mother's Eight Lie.
After saying her eighth lie, She closed her eyes forever!
18 Desember 2008
endinesia jaya
Apakah nama negri ini???
Indonesia? atau Endonesia?
apakah kita Endonesia karena KITA..
belum merdeka???
kapan kita bisa jadi Indonesia???
19/12/08
Indonesia? atau Endonesia?
apakah kita Endonesia karena KITA..
belum merdeka???
kapan kita bisa jadi Indonesia???
19/12/08
sajak lagi sakit
TUHAN ku maafkan KAU 1
Terkutuklah aku karena aku sakit
jiwaku lemah...
bala tentara tubuhku ini habis-habisan berperang
demi mempertahankan jiwaku yang hampir kosong ini
ruh ku hampir ditarik, oleh malaikat, mungkin????
atau mahluk-mahluk jelek yang gak suka aku yang sangat menikmati hidup
tubuhku hampir dalam status quo
aku tidak tahu siapa aku??
aku ini apa??
dimana aku??
akan kemanakah aku??
otakku sangat dikunci, sehingga untuk teriakpun aku tidak sanggup
untung aku masih sanggup berzikir
ahhh.... terkutuklah KAU yang memberiku sakit
menggangku aku yang sedang menikmati hidup
tapi....
bukankah KAU tidak akan memberikanku cobaan melebihi dari kemampuanku???
baiklah, kali ini Kau kumaafkan
14/12/08
Tuhan ku maafkan KAU 2
Tuhanku marah besar setelah aku mengutuknya habis-habisan
dengan kuasanya, ia lebih banyak memberikanku sakitnya
seaakan ia berkata "Kau rasakan sekarang, sekarang katakan siapa yang berkuasa"
"curang!!!" kataku, IA memiliki semua kekuatan itu
baik...akukan sudah memberi KAU maaf
tampaknya IA tak percaya
dalam kamar kecilku yang sangat membosankan ia memberikanku rasa sakit yang amat sangat
sepertinya memaksa ruh ku untuk keluar,
untung nasibku dapat melobbyNYA
17/12/08
Terkutuklah aku karena aku sakit
jiwaku lemah...
bala tentara tubuhku ini habis-habisan berperang
demi mempertahankan jiwaku yang hampir kosong ini
ruh ku hampir ditarik, oleh malaikat, mungkin????
atau mahluk-mahluk jelek yang gak suka aku yang sangat menikmati hidup
tubuhku hampir dalam status quo
aku tidak tahu siapa aku??
aku ini apa??
dimana aku??
akan kemanakah aku??
otakku sangat dikunci, sehingga untuk teriakpun aku tidak sanggup
untung aku masih sanggup berzikir
ahhh.... terkutuklah KAU yang memberiku sakit
menggangku aku yang sedang menikmati hidup
tapi....
bukankah KAU tidak akan memberikanku cobaan melebihi dari kemampuanku???
baiklah, kali ini Kau kumaafkan
14/12/08
Tuhan ku maafkan KAU 2
Tuhanku marah besar setelah aku mengutuknya habis-habisan
dengan kuasanya, ia lebih banyak memberikanku sakitnya
seaakan ia berkata "Kau rasakan sekarang, sekarang katakan siapa yang berkuasa"
"curang!!!" kataku, IA memiliki semua kekuatan itu
baik...akukan sudah memberi KAU maaf
tampaknya IA tak percaya
dalam kamar kecilku yang sangat membosankan ia memberikanku rasa sakit yang amat sangat
sepertinya memaksa ruh ku untuk keluar,
untung nasibku dapat melobbyNYA
17/12/08
11 Desember 2008
sajak jatuh cinta
sayangku, aku sayang kamu
saat ini...
mungkin esok???
mungkin selamanya???
mungkin aku sayang kamu???
13/12/08
saat ini...
mungkin esok???
mungkin selamanya???
mungkin aku sayang kamu???
13/12/08
yoyo
Jepang memang kreatif. apapun bisa dijadikan fantasi. ingat dengan dash yonkuro??? dengan balapan Tamiyanya??? seketika saat itu tamiya langsung tenar. setiap anak pasti memimpikan punya sebuah tamiya.
lalu.... bagaimana dengan Indonesia??? apakah selamanya kita biarkan generasi muda indonesia di jajah alam khayalnya dengan produk asing???. Indonesia punya banyak mainan lokal yang bisa di explore. kita punya gasing, congklak, adu kelereng, bola bekel...
kalau kita mau mengangkat permainan tersebut seperti yang dilakukan Jepang, tak akan ada lagi keluhan dan ketakutan akan punahnya warisan budaya tersebut.
10 Desember 2008
INDONESIA doesnt need the world, but the world need INDONESIA
I NDONESIA doesnt need the world, but the world need INDONESIA
Suatu pagi di Bandar Lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si
bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau
menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih
muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
"Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia "
"Everything can be found here in Indonesia , u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan , dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia
!"
"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia. 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap
bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen-apartemen dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang-orang Indonesia, gak peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua
yang berobat."
"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? ya benar-benar panik. Sangat
terasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia ? Kalian di Indonesia
dengan mudah dapat beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia . Saya
pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata.
Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani di sana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China . Dan si pabrik
menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya
sendiri"
"Kalian sadar tidak klo negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki
segalanya. Mereka takut klo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO
DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kalian sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik kalian sendiri. Tak
perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."
"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.."
[sumber : http://ahmadiamrun.multiply.com/journal/item/65/INDONESIA_doesnt_need_the_world_but_the_world_need_INDONESIA]
website buatan tuna netra
ya kalau dipikir-pikir, di tanah air kita ini, kita hanya mengenal tuna netra sangat terbatas. dengan membuka web ini, saya jadi semakin mengagumi hidup ini ternyata banyak sekali rahasianya.
Langganan:
Postingan (Atom)